kegiatan rembug stunting di Aula Kelurahan Banjar Sari yang dihadiri oleh Lurah Banjar Sari, Nila Kusumawati, S.IP., M.Si., bersama dengan Camat Metro Utara, Heri Hendarto, S.Sos. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai stunting, yang merupakan masalah kesehatan serius yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak-anak di Indonesia.
Stunting adalah kondisi kekurangan gizi kronis yang terjadi pada anak-anak, mengakibatkan tumbuh kembang mereka terhambat, yang dapat berdampak panjang terhadap kecerdasan, kemampuan fisik, dan produktivitas mereka di masa depan. Oleh karena itu, pencegahan stunting menjadi prioritas utama dalam berbagai kebijakan kesehatan dan pembangunan di tingkat lokal dan nasional.
Dalam kegiatan tersebut, Tantri Rahmawati, S.IP., dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, diberikan kesempatan untuk menjelaskan tentang Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Posyandu adalah salah satu layanan yang berfokus pada pemantauan kesehatan ibu hamil, bayi, dan balita, serta memberikan edukasi terkait pentingnya pemberian gizi yang baik untuk mencegah stunting. Fungsi utama Posyandu meliputi pemeriksaan kesehatan rutin, pemberian imunisasi, serta edukasi mengenai pola makan sehat, penyuluhan tentang kebersihan, dan pentingnya perawatan kesehatan yang tepat bagi ibu hamil dan anak-anak.
Selain itu, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu menegaskan pentingnya sinergi antara berbagai lembaga terkait dalam pelaksanaan layanan kesehatan yang terpadu. Dengan adanya peraturan tersebut, diharapkan Posyandu tidak hanya menjadi tempat untuk pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menjadi pusat edukasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya gizi yang baik bagi ibu dan anak,serta menjadi bagian dari upaya untuk mengurangi prevalensi stunting.
Melalui kegiatan rembug stunting ini, diharapkan ada peningkatan pemahaman di kalangan masyarakat mengenai pentingnya peran setiap individu dalam menjaga kesehatan keluarga, serta memperkuat komitmen bersama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait untuk menangani masalah stunting secara holistik.
Dengan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk pihak kelurahan, kecamatan, dinas terkait, serta masyarakat itu sendiri, diharapkan upaya pencegahan dan penanggulangan stunting dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi generasi yang akan datang.